Kita semua berharga !
Mengakar pada Ketidakseimbangan Kekuatan

Mengakar pada Ketidakseimbangan Kekuatan

 

Bullying atau perundungan merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti seseorang yang dianggap lebih lemah. Fenomena ini bukan sekadar “kenakalan biasa”, melainkan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang bisa terjadi di sekolah, lingkungan kerja, hingga dunia maya (cyberbullying). Ketika perbedaan fisik, status sosial, atau pola perilaku dijadikan alasan untuk menindas, hal tersebut menciptakan lingkungan yang tidak aman dan menghambat perkembangan mental korbannya secara signifikan.

 

             Dampak Jangka Panjang dan perlunya sinergi dari perundungan tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis mendalam seperti depresi, kecemasan, hingga penurunan rasa percaya diri yang ekstrem, korban menjadi murung dan sulit untuk diajak bicara, mengurung diri dan senang menyendiri. Untuk memutus rantai kekerasan ini, diperlukan sinergi antara orang tua, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan ruang yang inklusif dan empatik. Edukasi mengenai pentingnya menghargai perbedaan serta keberanian untuk menjadi upstander (saksi) yang membela korban adalah kunci utama dalam memberantas budaya bullying hingga ke akarnya. Oleh karena itu dari dini kita sebagai orang tua harus memberikan pemahaman dan kekuatan lahir batin  kepada anak agar lebih kuat dan bijaksana jika berhadapan dengan orang yang sering memanfaatkan kelemahan kita (Bullying) dan berani melawan atau memberi tau kepada orang tua, guru, dan teman jika ia sedang di bully oleh teman, kakak kelas ataupun orang yang ditak dikenalnya.

 

 

 

 

Pendamping : Lizawati, S.Pd.SD

Kelompok 1 : Zira Oktavia

                       Safan Halim

                        Lailatul Khalifah Binti Ilham

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait