Cyberbullying di lingkungan sekolah kini menjadi ancaman serius yang sering kali berawal dari konflik di media sosial atau grup percakapan WhatsApp. Bentuknya beragam, mulai dari penyebaran rumor palsu, pengucilan dalam grup daring, hingga pengiriman pesan penuh hinaan yang menyerang fisik atau karakter murid. Berbeda dengan perundungan tradisional, cyberbullying bisa terjadi selama 24 jam penuh tanpa henti, membuat korban merasa tidak memiliki tempat aman bahkan saat mereka sudah berada di dalam rumah Perubahan yang sangat dratis terjadi pada korban. Korban menjadi takut, pendiam, dan minder.
Dampak dari tindakan ini sangat merusak mental siswa, mulai dari turunnya konsentrasi belajar, rasa cemas yang berlebihan, hingga keinginan untuk menarik diri dari lingkungan sosial. Pihak sekolah dan orang tua perlu bekerja sama secara proaktif untuk mengedukasi siswa mengenai etika berinternet dan memberikan ruang aman bagi korban untuk melapor. Jika ada rekan atau teman mengalami tekanan akibat perundungan siber, sangat penting untuk segera mencari bantuan dengan cara bercerita dengan orang tua, teman yang dapat dipercaya atau dengan guru.
Pendamping : Lizawati
Kelompok 2 : Ellif Mellani
Nur Fadilah Putri
Andre Bin Ilham


